Si Tukang Masak
Awal Mula…
Saya bukan chef, tidak pernah belajar masak secara formal maupun informal.
Pengalaman memasak saya dimulai dari membaca petunjuk di balik bungkus karton cara memasak chicken pot pie di microwave saat saya masih berumur 8 tahun. Saya begitu suka dengan chicken pot pie, saat kami sekeluarga pulang ke Indonesia, saya pergi ke perpustakaan nasional mencari resepnya, dan mencoba untuk memasaknya sendiri yang berakhir dengan dapur berantakan, masakan gosong dan dijewer oleh ibu saya.
Dari situ saya setidaknya mulai berani memasak, belajar dari melihat pembantu dirumah, dapur restoran cina, hingga tukang sate, mie ayam, kerak telor, kue cubit, dan lainnya, saya mulai suka bereksperimen di dapur, memasak dengan modal boleh lihat dan memori. Hasilnya kadang kayak bom meledak, kadang sukses (walau dapurnya tetep kayak bom meledak).
Ilmu yang amat berguna, terutama saat memasuki bangku kuliah dan tinggal sendirian nun jauh di Utrecht, Belanda. Selain memasak sendiri, pada hari Rabu dan Sabtu saya menyewa lapak di pasar Utrecht Centrum dan berjualan sate ayam dan nasi goreng guna menambah uang jajan. Dari situ saya berkenalan dan akhirnya berpacaran dengan seorang mahasiswi kuliner.
Saat orang berpacaran pergi berkencan ke kota pada malam Sabtu, kita habiskan waktu memasak sendiri di dapur dormitory saya dan makan malam bersama teman-teman kami. Walau akhirnya kami berpisah, I learned a lot from her, terutama soal makin berani memasak yang aneh-aneh dan mencoba resep-resep baru.
Saat berkuliah di Bandung, konsep ‘Emergency Recipes’ ini lahir. Karena jadwal kuliah yang padat (disebabkan oleh semangat malas kuliah, jadi ambil SKS sebanyak mungkin biar cepat lulus), makan malam selalu tergantung dengan ada apa di kulkas. Kalau sempat belanja ya bagus, kalo gak sempet ya yang tersisa apa. Dimulai dari masak mie telor dengan topping ikan sarden hingga memasak rawon sisa kemaren menjadi semur daging atau burger. Kultur ini terbawa hingga kini, setiap mau memasak ya buka kulkas dan mulailah meramu: “itu isi kulkas bisa jadi apa ya??”
Memasak selain menjadi hobi juga menjadi passion saya, dan hingga kini menjadi salah satu kegiatan yang membuat saya tersenyum.
“Noncooks think it’s silly to invest two hours’ work in two minutes’ enjoyment; but if cooking is evanescent, so is the ballet.”
~ Julia Child
chef, writer, television personality, spy
So Who Am I?
Saya adalah suami dari seorang wanita luar biasa, ayah bagi seorang putra dan putri yang kerap menjadi tester di dapur. Secara profesi saya adalah seorang entepreneur, graphic designer, creative consultant dan dosen. Saya juga seorang pembicara untuk topik-topik mengenai entepreneurship dan creative, serta seorang asessor (penguji) bahasa Inggris tingkat nasional.
Saat dirumah, saya berkuasa di dapur dan memasak sebisa mungkin untuk keluarga, itu juga kalo lagi mood dan ada bahan untuk dimasak di dapur. I don’t cook for a living, I just cook for fun and to keep me sane















waahh…jadi pengen bikin blog soal resep2 fave ku:D.
Julia Child was a spy?? Ah yang bener?
Yup, its true. Julia Child adalah mantan agen OSS (Office of Strategic Services) selama masa Perang Dunia II, ia menjadi intel pengumpul data untuk OSS. Setelah PDII, OSS menjelma menjadi CIA pada tahun 1947. Baca artikelnya disini.
Mau masak2 di rumah ? Cobain buka emergencyrecipes.wordpress.com deh, mulai dr bahan2 yg seadanya sampe yg niat. Nicey one @Chandra !
Posted via Comment Transfer Pro from http://koprol.com/s/6d88
waaa urbanpapa daku baru liat emergency recipe nya…edaaannn langsung pgn masak,dirimu membuat sgalanya tampak mudah
Posted via Comment Transfer Pro from http://bit.ly/dwGir0
Wah gak nyangka kakakku yang satu ini jagoan urusan dapur. Kalo pas ke Jakarta, gak nolak dah kalau dibikinin “chicken pot pie” + acara “bedah kulkas”…
Salam keluarga mbah Suro di Solo!
To, aku November ke Solo. Siapin aja dapurnya (dan belanjaannya), ntar gue masakin
Siaapppp Komandan!!
Wajan, spatula, uleg2 on standby position!
Dear Mas Chandra, (urban papa)
Aku baru jadi istri niy n akan pisah sama si mama…(curcol)
Bolehkah aku menyoba mempraktekkan resep2mu…hihi mohon bantuannya…
Thx…
Silahkan-silahkan, semoga suami baru menyukai masakan dengan resep ala koki gemblung. Ada kemungkinan rasanya mirip masakan anak kost, kalau suami bekas anak kost, bisa sambil nostalgia makannya (apa seeeh).
Papa is the best ^_^
Halooo papa…aku become a fan ya di facebook
satu-satunya resep yang aplicable tanpa saya harus bawa timbangan atau ribed cari bahan aneh yang biasa ada di resep yang ada di media online atau buku resep. terima kasih
Mas Chandra, MasterChef 2 akan segera kembali ke layar televisi anda. Jika anda berdomisili di Jakarta dan sekitarnya (Jabodetabek) berumur 18 tahun ke atas dan jago masak silahkan daftarkan diri anda segera.
Hubungi saya Feridian di 021-72801001 (bisa langsung datang ke kantor fremantlemedia di Jl. Barito 2 no 3 Kebayoran baru) atau email ke feridian_adv02@yahoo.com. **(tulis (nama, alamat, perkejaan, no telepon, suka masak apa, foto)
Terima Kasih
Waduh terima kasih mas, kepikiran sih daftar yang pertama tapi saya gak kuat kalau di karantina, kangen anak
Beribu-ribu terima kasih atas undangannya.
mas Chandra ijin kopi paste ya biar aku ketularan bisa masak untuk hubby dan anak2 di rumah. trimsss
Hi Reva. Copy paste boleh, tapi tolong kasih link kembali ke blog ini ya.